NAMA : NUR HAFIZZA HUSNA BINTI BAGIA
NO MATRIK : D20231108090
KUMPULAN A
MENGHARGAI KEINDAHAN PANTAI KITA
1) Pada suatu hari yang cerah, di sebuah desa kecil yang indah ada seorang anak bernama Alisha. Alisha sangat mencintai keindahan laut yang terbentang luas di hadapan rumahnya. Airnya sangat jernih kebiru-biruan dan pasir pantai nya berwarna putih.
2) Setiap pagi Alisha selalu bermain di tepi pantai bersama kawan -kawannya. Mereka selalu mengutip cengkerang dan bermain di tepi pantai dengan gembira membina istana pasir.
3) Pada suatu petang yang indah, Alisha dan ibunya bersiar-siar ke pantai untuk menghirup udara yang segar. Setelah penat berjalan di tepi pantai, Alisha dan ibunya duduk di bangku di bawah sebuah pokok yang rimbun sambil menikmati angin sepoi-sepoi bahasa.
4) Mereka berbual-bual dan ibunya menceritakan kepada Alisha betapa pentingnya menjaga kebersihan laut. Ibunya juga menasihati dan mengajar Alisha tentang bahaya sampah plastik dan pencemaran laut.
5) Suatu pagi, ketika matahari terbit, Alisha bangun dari tidurnya dan pergi ke pantai. Namun begitu, Alisha tiba di sana kegembiraannya berubah menjadi cemas.
6) Dia melihat laut yang seharusnya indah tercemar oleh kerana sebuah kapal tangki besar yang membawa minyak terbalik dan menyebabkan tumpahan minyak besar-besaran di laut. Laut yang dicintai sekarang dipenuhi dengan minyak yang hitam mengerikan.
7) Alisha berasa sangat sedih dan menangis kerana dia tidak dapat lagi bermandi-manda dan bermain di pantai bersama kawan -kawannya. Tidak lama kemudian, ibu Alisha datang mendekati dengan penuh kelembutan memeluk Alisha untuk menenangkannya dari tangisan.
8) Sambil berbisik lembut, ibunya menenangkan Alisha dari kesedihannya. Alisha tersenyum lebar saat ibunya berbisik lembut di telinganya. Ibunya berkata, "walaupun laut ini sedang bersedih, kita dapat berbuat sesuatu kebaikan untuk menyelamatkannya".
9) Hari demi hari, pantai yang indah dan suasana yang riuh dengan keceriaan orang-orang yang bermain di tepinya, tetapi kini keadaannya berubah menjadi suram kerana airnya yang hitam dipenuhi dengan lumpur dan sampah sarap yang mengeluarkan bau busuk yang menyayat hati.
10) Alisha merasa sedih melihat kehidupan laut seperti ikan yang dulunya berenang-renang gembira di perairan yang jernih, kini terapung di tepi persekitaran pantai akibat pencemaran air.
11) Alisha dan kawan-kawannya merasa sedih dan rindu menghampiri mereka saat melihat pantai yang kini kotor dan tidak dapat lagi menjadi tempat bermain yang dulu penuh keindahan. Suasana suram itu membuat mereka teringat dengan penuh memori gembira ketika dulu bersenang-senang di tepi pantai yang indah.
12) Alisha keluar dari rumah, lalu duduk di bangku dihadapan rumahnya sambil termenung melihat laut yang sudah dicemari. Tiba-tiba Alisha teringat akan nasihat ibunya yang menyatakan pentingnya menjaga kebersihan laut dan bahaya sampah di lautan. Dia memikirkan dan bertekad untuk membuat perubahan.
13) Dengan tekad yang kuat, dia mula mengajak kawan-kawannya untuk bergabung dalam kegiatan membersihkan persekitaran pantai. Mereka mengenakan sarung tangan dan membawa plastik sampah dan bersama-sama mengumpulkan sampah plastik, botol dan berbagai jenis sampah lainnya yang mencemari pantai mereka.
14) Selama proses pembersihan, mereka telah menarik perhatian penduduk desa di sekitar pantai. Semakin ramai orang bergabung untuk membersihkan laut termasuk para nelayan dan keluarga mereka.
15) Mereka juga meminta bantuan dari pakar-pakar dalam membersihkan minyak dari air laut. Pakar-pakar itu mengadakan penilaian mendalam terhadap impak pencemaran dan merancang strategi pembersihan yang efektif.
16) Setelah beberapa hari bekerja keras, pantai itu kelihatan semakin pulih. Pasir putih dan air laut yang jernih kembali terlihat dan kehidupan laut mulai pulih. Penduduk desa merasa bangga dengan usaha Alisha dan kawan-kawannya kerana mereka mengambil tindakan untuk membersihkan pantai.
17) Tindakan Alisha dan kawan-kawannya ini dapat mengilhamkan penduduk desa untuk terlibat lebih aktif dalam kegiatan pelestarian alam. Dengan gotong-royong, mereka membentuk pasukan sukarelawan yang bersatu dalam menjaga keindahan dan memastikan pantai terus terjaga.
18) Dengan pantai yang kini bersih, Alisha dan kawan-kawannya senyum kegembiraan kerana mereka dapat bermain dan menikmati keindahan alam tanpa risau akan kotoran atau pencemaran. Alisha dan kawan-kawannya juga memikirkan aktiviti-aktiviti masa hadapan untuk terus memelihara keindahan alam sekitar.
19) Alisha tersenyum, dia merasa bertanggungjawab untuk memainkan peranan sebagai pelindung laut dan melakukan yang terbaik untuk mencegah tumpahan minyak dan menjaga alam sekitar agar pantai yang dicintai tetap bersih dan indah. Alisha yakin, setiap tindakan kecil mereka dapat memberi impak besar pada kelestarian bumi.
20) Dengan kegigihan Alisha dan kawan-kawannya dalam menjaga kebersihan pantai, telah menciptakan banyak perubahan positif dan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Ini mengajar kita pentingnya sikap bertanggungjawab,bekerjasama dalam menjaga keindahan alam yang kita nikmati.
NILAI MURNI
1) Bekerjasama dan gotong-royong :
Alisha dan kawan-kawannya bersatu untuk membersihkan pantai melibatkan penduduk desa,nelayan dan pakar-pakar.
2) Keberanian:
Alisha menunjukkan keberanian dalam menghadapi masalah serta tekad untuk membuat perubahan.
3) Empati:
Reaksi Alisha terhadap tumpahan minyak menunjukkan empati serta sentiasa bersedia untuk berbuat sesuatu.
4) Bertanggungjawab:
Alisha menunjukkan tanggungjawabnya dengan mengajak kawan-kawannya untuk membersihkan pantai setelah terjadi tumpahan minyak. Alisha juga mengambil inisiatif untuk belajar lebih banyak tentang kesan pencemaran laut dan menyebarkan kesedaran kepada orang lain dan menunjukkan tanggungjawabnya terhadap kebersihan dan kesejahteraan.
5) Semangat kepimpinan:
Alisha mengambil inisiatif memimpin usaha membersihkan pantai setelah terjadi tumpahan minyak. Dia mengajak kawan-kawannya serta masyarakat setempat untuk bergabung. Sikap proaktif dan daya motivasinya menunjukkan sifat kepimpinan yang positif dalam mengatasi tentangan dan menginspirasi perubahan.
No comments:
Post a Comment